Perjalanan Malam
Assalamu’alaikum
warohmatullohi wabarokatuh.
Hai, adik-adik.
Ketemu lagi dengan Kak Tutur. Yuk, duduk yang manis, Kakak akan segera
bercerita. Kali ini ada kisah Adinda dalam judul
Perjalanan Malam
Nah,
dengarkan, ya. Baiklah, Kak Tutur mulai, ya.
Braaakkk
. . . !!! Suara barang terbanting keras dari loteng. Suara mengagetkan seorang
anak pemalas. Ia bernama Adinda. Seketika itu ia terbangun dan mencari-cari
asal suara tersebut. Namun belum selesai ia menaiki anak tangga, tiba-tiba ia
mendengar suara . . . kriiieeeeettt . . . Suara pintu yang terbuka sendiri.
Adinda pun memberanikan diri mencari sumber suara. Sebuah pintu terlihat
terbuka. Dengan berhati-hati dan jantung yang berdegup kencang duk . . . duk . . . duk . . . duk. ia
melongok ke arah pintu. Dan, ketika ia masuk . . . tiba-tiba ia dihampiri
sebuah cahaya putih yang sangat terang.
“Ka .
. . kau . . . si . . . siapa?” ucap Adinda terbata-bata.
Namun,
cahaya itu menariknya, dan terus menariknya. Seakan mengajaknya ke suatu
tempat. Adinda tak kuasa mengelak. Ia seperti terseret mengikuti cahaya itu.
Hingga ia sampai di suatu tempat yang tak dikenalnya. Sebuah tempat yang sangat
terang dengan api yang menyala berkobar-kobar Terdengat suara jerit dan tangis memilukan,
dan pemandangan yang sangat mengerikan. Adinda menangis karena takut sekaligus
iba. Namun apa daya ia mustahil dapat menolong.
Sejurus
kemudian, cahaya itu mengantarkannya kembali di kamarnya. Adinda pun terlihat
masih terlelap oleh mimpinya.
“Huuffftttt
. . . untung hanya mimpi,” ucap adinda ketika terbangun dari tidurnya.
Diliriknya
jam dinding yang telah menunjukkan pukul 4 pagi. Adinda bergegas berwudhu dan
menunaikan salat Shubuh. Mimpinya semalam adalah awal perjalanan Adinda dari
jalan gelap menuju jalan terang. Adinda yang dulunya malas beribadah kini
berubah menjadi rajin.
Nah,
demikianlah akhir cerita Kakak, Adik-adik. Semoga cerita ini dapat menjadi ibrah
bagi kita agar tidak malas dalam menjalankan ibadah pada Allah. Amin. Ingat ya,
Allah selalu sayang pada hambanya yang bertakwa.
Sampai
ketemu di lain kesempatan, Adik-adik.
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
* Naskah ini ditulis berdasarkan kisah fiktif. Naskah dongeng
ini untuk disampaikan pada anak-anak dengan metode bercerita (tanpa membaca
teks).
Komentar
Posting Komentar
Silahkan komentar, Friend !