Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

PERJALANAN

Gambar
PERJALANAN belum mulai namun sudah usai belum bersua namun sudah berpisah

KITA

Gambar
K I T A   Ini bukan tentang aku apalagi tentang kamu tapi ini tentang kita   Aku tidak lagi sendiri demikian juga kamu karena kita telah bersama   Semesta telah jadi saksi gelombang pasang memecah buritan perahu kita bergeming   Saatnya kita menepi menikmati indahnya pantai dari ujung dermaga ditemani sekoci kita   Surabaya, 10 November 2017   * Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni.

Catatan Penulis

Gambar
  CORETAN PENULIS   Ingatlah Kawan, bayang-bayang sepanjang badan, tulisan sepanjang bahan.   Sebelum bahan habis teruslah menulis, begitu bahan habis berhentilah menulis.   Jika bahan belum habis kamu berhenti menulis, maka tulisanmu banyak bolongnya.   Jika bahan habis kamu belum berhenti menulis, maka tulisanmu banyak bohongnya.   Jadilah penulis yang jujur pada Nurani.     Surabaya, 13 Oktober 2017

Diam

Gambar
  D I A M   Diamku menunggu berharap Resahku gelisah tak tertidur Heningku sepi lentera bulan Kukuhku hantaman kegelisahan Derapku langkah timpang tanpa tongkat   Situbondo, 2 Oktober 2017   * Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni.

Riuh

Gambar
  R I U H   Riuh kota tertinggal jauh Jalan berliku di balik bukit Menantang langkah yang hampir terhenti Lelah pasrah pada keringat deras Berharap surga di balik bukit   Sorak hati wakili kelu lidah Terbayar sudah sumpah serapah Kaki telanjang tapaki pasir putih Mencuri hari di antara deru zaman Gelak tawa cairkan kebekuan   Riuh tetap ada Di sini denganku Riuh masih bersama Terbawa ke surga di balik bukit   Pulau Sempu-Malang, 29 September 2017   * Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni.

Senja

Gambar
  S E N J A   Ketika senja menghampiri Aku masih di sini Bersama kekinian yang tak kumengerti Banyak simpati Tak kurang pula bibir mencibir   Ketika senja memeluk Aku masih diam Menikmati hangatnya euforia kaum muda Simpati hanya ornamen Cibiran jadi cambuk penghela   Ketika senja ingin ditemani Aku sadar saatnya melanjutkan langkah Meninggalkan hari yang akan gelap Menyambut sinar surya yang pasti datang   Surabaya, 12 September 2017   * Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni.

Pelangi di Tepi Laut

Gambar
PELANGI DI TEPI LAUT   Hello, Sahabat traveller. Salam kenal dariku. Via blog ini aku ingin berbagi kisah perjalananku di berbagai daerah di Nusantara. Namun dalam kisah perjalanan perdana ini aku pilih satu dulu, ya. Kali ini tentang kisah perjalananku ke salah satu destinasi wisata di Surabaya.   Mumpung libur, aku berencana seharian ini untuk traveling yang murah dan mudah. Murah, karena tak perlu menghabiskan budget besar. Mudah, karena tempatnya yang relatif dekat dari tempat tinggalku. Pagi-pagi aku sudah meluncur dengan motor kesayanganku Honda Vario 150 Exclusive Pearl White yang kuberi nama “Elang”. Aku ajak Elang menyusuri jalanan Surabaya yang masih sepi menuju wilayah Surabaya Utara. Tujuanku kali ini adalah Jembatan Suroboyo dan Kampung Warna-Warni. Aku sengaja berangkat lebih pagi, agar tidak panas, Maklumlah, tempat yang aku kunjungi adalah wilayah pantai. Selain itu, membawa bekal minum air mineral secukupnya agar tidak dehidrasi, dan kaca mata hit...

Negeri Merdeka

Gambar
NEGERI MERDEKA   Bernapas tanpa terbenam polusi Hijau membentang penjuru nadi Berlenggang tak takut penghalang Harapan terpampang seluas samudera   Terdengar gelak generasi di ujung-ujung negeri Jauh terpisah tak lagi sepi Hati bertaut cinta yang sama Hilang luka terbasuh kasih mesra   Bukan mimpi jika terjaga Semua bisa menjadi nyata Tujuan sama cara berbeda Sudah biasa kita binneka   Surabaya, 17 Agustus 2017   * Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni.

Kini

Gambar
K I N I   Ketika menjadi minoritas akan mencari arti toleransi Ketika lingkungan hiterogen akan memahami makna berbagi Ketika melihat perbedaan akan menemukan kebenaran Ketika merasakan keberagaman akan mengerti hidup tak bisa sendiri Ketika hidup bersama akan tahu cara mencintai   Jangan bilang toleransi jika mulut masih sering memaki Jangan katakan telah bertenggang rasa jika teman masih mencari yang sama Jangan ucap diri cinta sesama jika tak sudi melihat yang beda   Jika hidup lebih berwarna maka akan tahu makna bhinneka   Surabaya, 9 Agustus 2017   * Telah dimuat di Harian Kabar Madura pada Kamis, 24 Agustus 2017.

Rindu

Gambar
R I N D U (1)   Rindu dalam raga tanpa kata yang terucap Rindu dalam waktu tanpa jarak yang tertempuh Rindu dalam doa tanpa sua yang bertaut   Rindu siapakah kau?   Surabaya, 8 Agustus 2017       R I N D U (2)   Bila rasa tak mau beranjak dari peraduan maka cinta akan bersemayam Bila hati telah terpaut pada kehendak maka bukan bibir yang akan terucap   Kata frasa dan kalimat hanya menjadi hamba sahaya yang tunduk pada tuannya Pena tinta dan tangan tak lagi berharga nampak hina dina   Apa yang kau rindu jika hanya berangan hampa Di mana kan kau cari jika raga tak sudi bangkit Siapa yang mau menjemputmu jika rupa tak berbudi   Sudahlah ….. Biarkan rindu pergi mengejar mimpi Sudahlah ….. Tinggalkan rindu menjadi mantan Tak usah kau hiraukan kepahitan Apalagi kau tengok jadi kenangan Surabaya, 8 Agustus 2017 * Telah dimuat di harian Kabar Madura pada Jumat, 25 Agus...

Sepiring

Gambar
S E P I R I N G   Bukan bintang nan jauh di angkasa Bukan hamparan emas permata Bukan kapal pesiar mewah yang mengarungi samudera   Bukan . . . Bukan . . . Bukan . . . Aku menunggu engkau meninggikanku dalam kemuliaan Aku menunggu engkau menyebutku dalam lautan doamu Aku menunggu engkau melabuhkan harapanku dalam hidupmu   Yang kupinta hanya sesederhana sepiring ketupat saat lebaran tiba Hanya sepiring saja tak lebih Ya . . . hanya sepiring   Surabaya, 5 Juli 2017   * Telah dimuat di Harian Kabar Madura pada Senin, 11 September 2017.

Riyoyo Kupat

Gambar
RIYOYO KUPAT Dalam tradisi Jawa kuna, Kupatan atau Badha Kecil (Hari Raya Ketupat) dirayakan sepasar (5 hari) setelah Hari Raya Lebaran (Idulfitri). Jadi Kupatan jatuh pada tanggal 6 Syawal tahun Hijriyah. Maka masyarakat baru membuat ketupat pada tanggal 6 Syawal dan seterusnya. Biasanya, mereka membawa ketupat ke punden desa atau tempat-tempat keramat dan digantungkan di kusen pintu rumah untuk sesaji. Kupatan juga disebut Badha Kecil (Hari Raya Anak-Anak), karena dipercaya sebagai perayaan kegembiraan ruh anak-anak kecil yang telah meninggal dan mendapat kiriman sesaji dari para rang tua mereka. OLeh karena itulah bagi para rang tua yang mempunyai anak kecil yang sudah meninggal atau pernah keguguran wajib membuat ketupat untuk sesaji.   Setelah datangnya Islam, tradisi Ketupat tidak serta merta dilarang dan tetap dipertahankan. Masyarakat merayakan Hari Raya Ketupat sebagai bentuk rasa syukur karena telah menunaikan ibadah Puasa Syawal selama 6 hari. Ketupat juga ...

Sedap Malam

Gambar
SEDAP MALAM   Aku sedap malam Masih kuncup di antara yang mengembang Aku sedap malam Panas terasa matahari memanggang Aku sedap malam Dingin menggigil saat hujan berlinang Aku sedap malam Selalu menanti embun pagi berulang Aku sedap malam Tak pernah tahu kapan kumbang datang Aku sedap malam Berharap pagi cerah saat terkembang Aku sedap malam Menanti waktu terasa panjang Aku sedap malam Pantang gugur sebelum terkembang   Surabaya, 27 Juni 2017   * Telah dimuat di Harian Kabar Madura pada Senin, 11 September 2017.

Jatuh Cinta

Gambar
JATUH CINTA   Aku duduk di tepi senja memandang kau menjauh Mataku berkaca saat engkau melambai padaku dari ujung cakrawala Aku tersedu saat engkau tak lagi nampak di balik awan Engkau telah pergi dan aku merasa sendiri   Memang akan datang sebelas kawanmu kan menemani hari-hariku Namun tak seistimewa dirimu   Sebulan penuh kau telah memelukku dengan kehangatan kebersamaan Setiap malam kulantunkan jutaan lagu pujian tanda kecintaan Setiap saat kau genggam tanganku menapak di taman surga   Kini saat kau harus pergi aku hanya berharap kau datang lagi menemaniku Mencintaiku kembali seperti saat ini kau telah tunjukkan padaku   Izinkan aku senantiasa bertemu denganmu di tahun-tahun mendatang Izinkan aku bahagia bersamamu karena aku telah jatuh cinta padamu Ramadan   Surabaya, 25 Juni 2017   * Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni.

Ziarah

Gambar
  Z I A R A H   Gerbang terbuka sejak subuh hari mengetuk nurani penduduk negeri Berduyun datang anak beranak menyibak kenangan yang terserak   Dengung doa kalahkan ribuan lebah Duduk bersimpuh sambil tengadah Ada yang bersungguh dari hati Ada yang hanya karena tradisi   Harum bunga semerbak segala penjuru menghantar doa kudus keharibaanNya Getar doa membumbung tinggi luruh bersimpuh di hadapanNya   Langkah kaki terhenti di sini Menatap nisan diam tak bergeming Terlintas rasa getir sanubari Masa melaju tak bisa berpaling   Ada yang merapal doa seperti berkata seakan si fana bisa menjawabnya   Ada yang tumpahkan segala rasa di dada seakan si fana bisa memberi solusinya   Ada yang sengaja seperti berpuisi seakan si fana butuh panggung deklamasi   Ketika doa sudah kehilangan ruhnya Apa yang bisa diharap oleh si fana Ketika agama hanya berhenti jadi tradisi Akankah nisan kel...