Khalifah dan Pengemis Tua

 


Khalifah dan Pengemis Tua

 

Adik-adik kali ini kakak akan bercerita singkat tentang seorang yang mengagumkan. Yuk, simak baik-baik cerita kakak, ya! Duduk yang manis tanpa menangis.

Suatu ketika Khalifah Umar bin Khathab berjalan memasuki pasar untuk melihat keadaan ekonomi rakyatnya. Di sudut pasar, Beliau bertemu dengan seorang tua yang sudah bongkok. Dia berjalan dengan tongkat dan terlihat sangat susah melangkah.

Orang tua itu menengadahkan tangannya untuk meminta sedekah kepada orang yang lalu lalang dihadapannya.

“Maaf, Tuan. Minta sedekahnya, Tuan!” Rintihnya.

Melihat keadaan itu, Khalifah Umar bin Khathab pun bertanya, “Mengapa sampai begini keadaanmu, wahai Orang Tua?”

“Saya sedang mengumpulkan uang untuk membayar jizyah, Tuan.” Jawabnya.

Ayo, siapa yang tahu apa itu jizyah? Nah, kalau belum ada yang tahu, kakak akan menjelaskannya. Adik-adik, Jizyah adalah semacam pajak yang harus dibayar oleh pemeluk selain Islam kepada negara. Jizyah adalah tanda tunduk dan setia pada pemerintah atau khalifah. Dengan begitu negara akan menjamin keselamatan dan kebebasan beragama bagi pemeluk agama lain.

Baiklah, kakak lanjutkan ceritanya, ya. Sampai mana tadi? Ya, pintar. Sampai orang tua itu harus meminta-minta agar dapat membayar Jizyah. Lalu bagaimana reaksi Khalifah Umar?

Ternyata Sang Khalifah terkejut dan berkata, “Haaa, membayar jizyah. Masyaallah!”

Dari jawaban pengemis tua itu, Khalifah Umar tahu bahwa dia bukanlah seorang muslim, melainkan seorang ahlul kitab.

“Tidak usah! Mulai hari ini, engkau harus berhenti meminta-minta!” Perintah Khalifah Umar.

“Lalu, bagaimana aku bisa makan dan mengumpulkan uang untuk membayar jizyah, Tuan?” Tanya pengemis tua itu.

Khalifah Umar segera menoleh kepada para sahabat yang menyertainya sambil berkata, “Kemarilah! Saksikanlah nasib orang tua ini! Masa mudanya telah digunakan semua tenaganya untuk memikul tanggung jawab membayar jizyah. Setelah tua, kita biarkan saja. Ini tidak adil! Mulai hari ini, hapus namanya dari daftar orang yang wajib membayar jizyah dan masukkan namanya dalam daftar orang yang berhak menerima batuan dari Baitul Mal setiap bulan!”

Demi mendengar perkataan Khalifah Umar seorang sahabatnya lalu mengoreksi catatan pembayar jizyah yang dibawanya dan mencatat orang tua tersebut sebagai penerima harta dari Baitul Mal.

“Terima kasih, Tuan! Engkau adalah pemimpin yang adil untuk kami semuanya,” kata pengemis tua itu sangat gembira.

“Aku bersyukur telah dipertemukan Allah denganmu hari ini, hingga aku terhindar dari menjadi pemimpin yang zalim pada rakyatnya,” ucap Khalifah Umar.

Nah, demikianlah akhir salah satu kisah Khalifah Umar bin Khathab seorang pemimpin yang adil dan disayangi rakyatnya. Terima kasih adik-adik telah mendengarkan cerita kakak dengan penuh perhatian. Semoga cerita ini dapat menjadi teladan bagi kita jika kelak menjadi seorang pemimpin. Amin.


Naskah ini diambil dari berbagai sumber kisah para sahabat Rasulullah. Naskah dongeng ini untuk disampaikan pada anak-anak dengan metode bercerita (tanpa membaca teks). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

949 Taman Hijaukan Surabaya

Kontinuitas dalam Menulis

Berkebun Sawi Saat Pandemi