Postingan

Negeri Merdeka

Gambar
NEGERI MERDEKA   Bernapas tanpa terbenam polusi Hijau membentang penjuru nadi Berlenggang tak takut penghalang Harapan terpampang seluas samudera   Terdengar gelak generasi di ujung-ujung negeri Jauh terpisah tak lagi sepi Hati bertaut cinta yang sama Hilang luka terbasuh kasih mesra   Bukan mimpi jika terjaga Semua bisa menjadi nyata Tujuan sama cara berbeda Sudah biasa kita binneka   Surabaya, 17 Agustus 2017   * Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni.

Kini

Gambar
K I N I   Ketika menjadi minoritas akan mencari arti toleransi Ketika lingkungan hiterogen akan memahami makna berbagi Ketika melihat perbedaan akan menemukan kebenaran Ketika merasakan keberagaman akan mengerti hidup tak bisa sendiri Ketika hidup bersama akan tahu cara mencintai   Jangan bilang toleransi jika mulut masih sering memaki Jangan katakan telah bertenggang rasa jika teman masih mencari yang sama Jangan ucap diri cinta sesama jika tak sudi melihat yang beda   Jika hidup lebih berwarna maka akan tahu makna bhinneka   Surabaya, 9 Agustus 2017   * Telah dimuat di Harian Kabar Madura pada Kamis, 24 Agustus 2017.

Rindu

Gambar
R I N D U (1)   Rindu dalam raga tanpa kata yang terucap Rindu dalam waktu tanpa jarak yang tertempuh Rindu dalam doa tanpa sua yang bertaut   Rindu siapakah kau?   Surabaya, 8 Agustus 2017       R I N D U (2)   Bila rasa tak mau beranjak dari peraduan maka cinta akan bersemayam Bila hati telah terpaut pada kehendak maka bukan bibir yang akan terucap   Kata frasa dan kalimat hanya menjadi hamba sahaya yang tunduk pada tuannya Pena tinta dan tangan tak lagi berharga nampak hina dina   Apa yang kau rindu jika hanya berangan hampa Di mana kan kau cari jika raga tak sudi bangkit Siapa yang mau menjemputmu jika rupa tak berbudi   Sudahlah ….. Biarkan rindu pergi mengejar mimpi Sudahlah ….. Tinggalkan rindu menjadi mantan Tak usah kau hiraukan kepahitan Apalagi kau tengok jadi kenangan Surabaya, 8 Agustus 2017 * Telah dimuat di harian Kabar Madura pada Jumat, 25 Agus...

Malamku

Gambar
  M A L A M K U   Malam tak selalu gelap Karena ada engkau Malam tak selalu dingin Karena ada engkau Malam tak selalu sepi Karena ada engkau Malam itu terang Karena ada engkau Malam itu hangat Karena ada engkau Malam itu meriah Karena ada engkau   Malam itu tempatku hidup Menghidupkan rasa Malam saatku bernapas Menghirup aroma cinta   Malam selalu menemaniku merangkai kata Dalam bait pujian padamu Malam saksi kepasrahanku tanda cintaku   Aku cinta malam Karena aku cinta padamu   Surabaya, 6 Juli 2017   * Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni.  

Sepiring

Gambar
S E P I R I N G   Bukan bintang nan jauh di angkasa Bukan hamparan emas permata Bukan kapal pesiar mewah yang mengarungi samudera   Bukan . . . Bukan . . . Bukan . . . Aku menunggu engkau meninggikanku dalam kemuliaan Aku menunggu engkau menyebutku dalam lautan doamu Aku menunggu engkau melabuhkan harapanku dalam hidupmu   Yang kupinta hanya sesederhana sepiring ketupat saat lebaran tiba Hanya sepiring saja tak lebih Ya . . . hanya sepiring   Surabaya, 5 Juli 2017   * Telah dimuat di Harian Kabar Madura pada Senin, 11 September 2017.

Riyoyo Kupat

Gambar
RIYOYO KUPAT Dalam tradisi Jawa kuna, Kupatan atau Badha Kecil (Hari Raya Ketupat) dirayakan sepasar (5 hari) setelah Hari Raya Lebaran (Idulfitri). Jadi Kupatan jatuh pada tanggal 6 Syawal tahun Hijriyah. Maka masyarakat baru membuat ketupat pada tanggal 6 Syawal dan seterusnya. Biasanya, mereka membawa ketupat ke punden desa atau tempat-tempat keramat dan digantungkan di kusen pintu rumah untuk sesaji. Kupatan juga disebut Badha Kecil (Hari Raya Anak-Anak), karena dipercaya sebagai perayaan kegembiraan ruh anak-anak kecil yang telah meninggal dan mendapat kiriman sesaji dari para rang tua mereka. OLeh karena itulah bagi para rang tua yang mempunyai anak kecil yang sudah meninggal atau pernah keguguran wajib membuat ketupat untuk sesaji.   Setelah datangnya Islam, tradisi Ketupat tidak serta merta dilarang dan tetap dipertahankan. Masyarakat merayakan Hari Raya Ketupat sebagai bentuk rasa syukur karena telah menunaikan ibadah Puasa Syawal selama 6 hari. Ketupat juga ...

Sedap Malam

Gambar
SEDAP MALAM   Aku sedap malam Masih kuncup di antara yang mengembang Aku sedap malam Panas terasa matahari memanggang Aku sedap malam Dingin menggigil saat hujan berlinang Aku sedap malam Selalu menanti embun pagi berulang Aku sedap malam Tak pernah tahu kapan kumbang datang Aku sedap malam Berharap pagi cerah saat terkembang Aku sedap malam Menanti waktu terasa panjang Aku sedap malam Pantang gugur sebelum terkembang   Surabaya, 27 Juni 2017   * Telah dimuat di Harian Kabar Madura pada Senin, 11 September 2017.