Senja

 


S E N J A

 

Ketika senja menghampiri

Aku masih di sini

Bersama kekinian yang tak kumengerti

Banyak simpati

Tak kurang pula bibir mencibir

 

Ketika senja memeluk

Aku masih diam

Menikmati hangatnya euforia kaum muda

Simpati hanya ornamen

Cibiran jadi cambuk penghela

 

Ketika senja ingin ditemani

Aku sadar saatnya melanjutkan langkah

Meninggalkan hari yang akan gelap

Menyambut sinar surya yang pasti datang

 

Surabaya, 12 September 2017

 

* Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

949 Taman Hijaukan Surabaya

Kontinuitas dalam Menulis

Berkebun Sawi Saat Pandemi