Jangan Berhenti



JANGAN BERHENTI

: Pakcik Ikal

 

Akhirnya aku kemari

setelah beberapa saat tahun berganti

walau kini tak ada dirimu di seni

Kalau kau ingat tempat ini

rindulah pada denting kecapi

ditingkah bunyi gelang kaki

Lihatlah, langit sama birunya

dengan catatan memori

Pulanglah, rumput ilalang menanti

ketapangmu rindu kau sandari

cangkir-cangkir kopi rindu kau cuci

Tinggalkan mutiara hitam pulang berlari

Tulislah kembali kisahmu kini

tentang petualangan liar tiada henti

yang selalu kau rangkai dalam bait puisi

Teruslah tarikan penamu jangan berhenti

Kutunggu kau di kumpulan kata ini

 

Belitong, 18 Januari 2017


* Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

949 Taman Hijaukan Surabaya

Kontinuitas dalam Menulis

Berkebun Sawi Saat Pandemi