Putih



P U T I H

 

Aku diam tak melihat

Aku diam tak mendengar

Aku diam tak bersuara

Aku diam tak merasa

Aku diam tak bergerak

 

Bagai si buta

Bagai si tuli

Bagai si bisu

Bagai si kaku

Bagai si mati

 

Aku melihat diriku

melayang di tempatku

 

Aku melihat diriku

dalam rahim ibuku

 

Aku melihat diriku

di ruang serba kaku

 

Aku melihat diriku

di pangkuan inangku

 

Aku melihat diriku

dalam pelukan mimpiku

 

Aku melihat diriku

terbenam dalam di dunia putihku

 

Ketika nanti . . .

mataku melihat

telingaku mendengar

mulutku bersuara

hatiku merasa

badanku bergerak

Aku mau semua mengarah padaku

Aku mau semua pasrah padaku

 

Namun . . .

Aku hanya akan memilih satu

untuk kubawa pulang pada ibuku

  

Surabaya, 1 Januari 2017

 

* Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni


Komentar

Postingan populer dari blog ini

949 Taman Hijaukan Surabaya

Kontinuitas dalam Menulis

Berkebun Sawi Saat Pandemi