1. Kisahku Bersama Blue
1. KISAHKU
BERSAMA BLUE
Ditemani dia “Blue” menyapa
para pemetik teh. Kali ini wajahnya tak sesumringah ketika kami meyeruput teh di
beranda tadi. Sambil bercerita, Nampak raut wajahnya lebih keruh. Keluh kesah
tentang hidupnya mulai mewarnai langkah kami di sepanjang pematang kebun.
Huuufff …. hembusan
nafasnya mengepul putih tipis, tanda kabut pagi mulai sirna lebih awal.
Senyumnya samar sambil mengucapkan terima kasih, karena telah mau mendengarkan
gundah hatinya.
Aku mulai melihat kilau
berlian kecil di sudut matanya. Ini memang bukan yang pertama kalinya dia
tanpak sangat manusiawi di depanku. Aku bersyukur dapat melihat dia dari sisi
yang lain, bukan yang dilihat banyak orang selama ini.
Thanks, sudah mempercayakan
kisahmu padaku, "Blue".
Bersambung ke bagian 2.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan komentar, Friend !