Postingan

Hoax

Gambar
H O A X   No pict = hoax Itu katamu Bukan aku   No pict = hoax Itu anggapanmu Bukan aku   No pict = hoax Itu tuduhanmu Bukan aku   No pict = hoax Ini sikapku Bukan aku   No pict = hoax Apa semua harus tahu Juga kau   No pict = hoax Apa semua harus terlihat Itu kau   No pict = hoax Aku masih punya malu Memang kau   No pict = hoax No pict = hoax No pict = hoax No pict = hoax No pict = hoax Kalimat itu terus membumbung tinggi Tinggi hingga mencapai langit menemui Tuhan Lalu menari-nari di hadapanNya Menyampaikan kabar dunia kekinian   Aku berteriak kencang meneriakkan segala keluh kesah dan pengharapan Namun kalimatku tak sampai ke langit Jangankan ke langit ke langit-langit rumahku pun tak sampai   Tiba-tiba bayangan hitam menutup mata dan berkata “Kamu masih punya malu . ” “Kamu masih punya hati . ” “Kamu tidak telanjang seperti mereka . ”...

Berteduh

Gambar
B E R T E D U H   Di tengah hujan deras dan angin kencang yang tiba-tiba datang Di tengah orang-orang panik menyelamatkan diri Di tengah hiruk pikuk orang saling memekik ketakutan Kami berdua bersimpuh di pojok ruang rumahMu Kami lepas topeng Hanya dihadapanMu Tak ada apapun dan siapapun Hanya ada Kau yang mendengar suara kami yang hilang di antara deru hujan Izinkan kami seperti ini meski hanya sesaat Berteduh yang sungguh teduh   Bandung, 13 Desember 2016   * Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni

Jangan Berhenti

Gambar
JANGAN BERHENTI : Pakcik Ikal Akhirnya aku kemari setelah beberapa saat tahun berganti walau kini tak ada dirimu di seni Kalau kau ingat tempat ini rindulah pada denting kecapi ditingkah bunyi gelang kaki Lihatlah, langit sama birunya dengan catatan memori Pulanglah, rumput ilalang menanti ketapangmu rindu kau sandari cangkir-cangkir kopi rindu kau cuci Tinggalkan mutiara hitam pulang berlari Tulislah kembali kisahmu kini tentang petualangan liar tiada henti yang selalu kau rangkai dalam bait puisi Teruslah tarikan penamu jangan berhenti Kutunggu kau di kumpulan kata ini Gantong - Belitong Timur, 16 Januari 2017 

The Balong Lake

Gambar
THE BALONG LAKE   Negeri impian dari dunia yang hilang Tersembuyi di antara materialistis tanpa pesimis Tak dikejar waktu tuntaskan tututan   The Balong Lake   Ada ketenangan di tengah hiruk pikuk nafsu hewan Ada kelegaan di tengah macetnya lalu lintas pembicaraan Ada kesenyapan di tengah riuh rendah gelak tawa kepalsuan Ada kesejukkan di tengah panasnya suhu kepentingan Ada keramaha n di tengah hilangnya kesantunan   The Balong Lake   Setiap yang singgah tak ingin beranjak Karena setiap hari adalah pagi   Bandung, 12 Desember 201 6   * Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni

Good Bye

Gambar
GOOD BYE   Terlalu cepat mengenalmu Terlalu mudah menemukanmu Terlalu terlena pesonamu   Kuputuskan . . . untuk pergi meninggalkanmu untuk kembali mencari diriku untuk memulai hal baru   Kuputuskan . . . akan kembali suatu hari nanti akan membawa tongkat peri akan berbagi cerita diri   Jakarta,   11 Desember 2016 * Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni

Detak Detik

Gambar
DETAK DETIK   Sedari tadi aku sendiri Sepi dan jauh dari tepi Mencari janji yang kian bias Menanti waktu yang makin buas   Sudah kutanya pada rembulan Di mana aku bisa berkawan Namun hanya satu yang sambut tangan Di samping kecemasan dan ketidakberdayaan   Detik-detik terakhir kau datang Menerobos bilik tanpa peringatan Terbuai diri engkau menerjang Riuh gaduh tegang jadi hiasan   Jakarta, 9 Desember 2016 * Telah dibukukan dalam Sehimpun Puisi Lingga dan Yoni

Si Kembar Noli dan Nola

Gambar
  SI KEMBAR NOLI DAN NOLA   Di sebuah rumah hiduplah Noli, si semut hitam. Noli tinggal bersama kedua orang tua dan saudara kembarnya yang bernama Nola. Noli sangat rajin dan suka membantu kedua orang tuanya. Noli juga sangat menyayangi Nola. Berbeda dengan Noli, Nola sangat malas, cuek dan pemarah. Setiap hari waktunya habis dibuat rebahan sambil bermain ­ game di ponselnya hingga larut malam. Di suatu pagi yang cerah saat Noli membuka jendela kamarnya. Segera dibangunkanya Nola agar bergegas mandi. “Nola, bangun! Sudah pagi, nih. Ayo, mandi.” “Uh, mengganggu saja kamu ini!” Sahut ketus Nola dengan mata yang masih mengantuk. “Eh, ayo kita bersepeda mumpung hari libur dan cuaca cerah.” Ajak Noli. “Ah, malas kamu saja bersepeda sana!” Jawab Nola jengkel. Nola kembali melanjutkan tidurnya. Noli lalu bergegas mandi, karena dia ingin segera bersepeda. Ibu Noli tampak sibuk menyiapkan sarapan. Sedang asyiknya memasak, ternyata garamnya habis. “Nola, bangun! Tol...