2. Kisahku Bersama Blue
2. KISAHKU BERSAMA BLUE Banyak orang bilang bahagia itu sederhana. Namun ternyata tidak bagi Blue. Untuk sekadar duduk tak terganggu saja harus mencari tempat ratusan kilo meter dari tempat tinggalnya. Menemukan tempat nongkrong baru yang masih sepi adalah agendaku buatnya. Hijau, dingin, dan sepi. Bersyukur dia menyukai tempat ini. Hingga dia bisa melepas topengnya sejenak. “Aku merasa pulang,” ucapnya lirih sambil menghela napas panjang. Menulis kembali rasa bersamamu tak perlu tempat yang wah. Cukup berjalan di pematang sawah dan duduk menikmati segelas air nira sambil bertukar tutur merentas rindu. Kebun teh, sawah, jurang, paralayang, kuda, busur, dan panah menjadi saksi tawa lepasnya. Tak tertinggal teh, kopi hijau, dan air nira yang melengkapi hangatnya Blue. Dia harus menikmati sebelum kembali bertopeng, berlenggok di mall dan larut dalam gelak Starbuck. “Berubah adalah suatu keniscayaan. Namun dengan selalu memelih...